Kenyamanan Sementara

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pantaskah insan melupakan penciptanya dan karam ke dalam kenyamanan yang menjerumuskan? Tidak tahukah kalau kenyamanan yang insan rasakan sanggup menciptakan insan medapat marah dari Allah?


Seandainya seluruh insan di atas muka bumi ini beriman dan bertakwa kepada Allah.  Allah akan membukakan keberkahan dari langit dan bumi.  Janji-janji Allah ialah niscaya sehingga mustahil ada kedustaan dalam komitmen Allah. Orang yang beriman paham kalau Allah sudah berjanji, kemuliaan akan tiba dalam kehidupan. kemulian yang diinginkan dikala insan mengerti bahwa bahwasanya Allah turunkan keberkahan dengan cara-cara yang diperintahkan

Terkadang insan menganggap bahwa keberkahan yang beliau miliki ialah sebuah kebaikan yang Allah janjikan, padahal belum tentu.  Karena meminta derma kepada Allah ialah dengan sabar dan shalat. Tapi kini kehidupan duniawi bahkan syirik, menjadi kenyamanan, padahal demi Allah inilah yang dikatakan istidraj, kenyamanan ketentraman kemulian yang bukan dari Allah.

Mungkin banyak orang yang tidak beriman tercukupi, alasannya ialah memang fitrah Allah kepada hambaNya menyerupai itu. Tugas hamba itu bersyukur, bersyukur atau bersabar. Dua kemuliaan yang dijanjikan dalam Islam yaitu orang yang sabar, bila kamu bersyukur ku tambah alasannya ialah Allah bersama orang yang sabar. Dan Allah tidak akan pernah menolong orang yang berbuat zalim. Zhalim yang dimasuk kesirikan yang telah merajalela.

Seorang mukmin seharusnya tidak karam ke dalam zona nyaman duniawi tanpa bersyukur kepada Allah. Karena Allah lah yang memperlihatkan nikmat dan rahmat, tidak seharusnya insan melupakan Allah dan meninggalkan kewajiban-kewajibannya. Seorang muslim harus terus melaksanakan perintah Nya dan menjauh larangan Nya, juga harus selalu bersabar dan bersukur atas apa yang diberikan.



Kemuliaan betul-betul tiba dengan shabab yang baik mendatangkan kebaikan Oleh alasannya ialah itu tetaplah buat sebuah kebaikan untuk mendatangkan kebaikan. Jangan tertipu dengan fenomena yang ada, yang nyaman tiba alasannya ialah keburukan yang kita lakukan.

Ingatlah untuk selalu bersabar dan bersyukur kepada Allah SWT. Sekian artikel perihal Kenyamanan Sementara, biar bermanfaat. وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ
Tag : Islami, Other
0 Komentar untuk "Kenyamanan Sementara"

Back To Top