Seberapa pentingkah barang elektronik untuk seorang muslim tatkala dia bangun atau hendak tidur. Seberapa pentingkah alat elektronik seorang muslim dengan penciptanya, Allah SWT. Apakah patut seorang muslim lebih mementingkan alat elektroniknya, padahal dia telah banyak diberikan kenikmatan oleh Allha SWT.
Tatkala bangun dari tidur, jangan eksklusif sentuh peralatan elektronikmu menyerupai hp, tablet, maupun laptop, tapi hal yang harus kau lakukan yaitu bersyukur kepada Allah. Katakanlah
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan saya kembali sesudah mematikan saya dan kepada Allah akan bangkit”
Bersyukur dikarenakan telah dihidupkan dari mati sementara, alasannya yaitu ketika kita mati sementara, mungkin saja nyawa kita tidak kembali lagi ke raga kita. Maka katakanlah alhamdulillah alasannya yaitu Allah telah mengembalikan ruh kita. Sehingga seluruh acara kita pada hari itu yaitu acara untuk menuju kepada Allah.
Setelah melaksanakan aktivitas, maka kita akan meninggalkan semua pekerjaan kita, perjuangan kita dan kembali kepada Allah. Dan tatkala kau tidur kembali, jangan lupa untuk mengingat mati, alasannya yaitu kita akan mati nantinya. Dan berdoalah sesudah tidur
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ
“Dengan nama-Mu ya Allah saya hidup dan mati”
Selain itu, ada beberapa budpekerti ketika bangun tidur berdasarkan hadis, berikut adab-adab ketika bangun tidur
Pertama, mengusap bekas tidur di wajah
Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa dia pernah menginap di rumah bibinya, Maimunah Radhiyallahu ‘anha, saah satu istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kata Ibnu Abbas,
حَتَّى إِذَا انْتَصَفَ اللَّيْلُ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ
Kemudian ketika sudah masuk pertengahan malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun, kemudian dia duduk, kemudian mengusap bekas kantuk yang ada di wajahnya dengan tangannya. (HR. Ahmad 2201, Bukhari 183, Nasai 1631, dan yang lainnya).
Kedua, membaca doa ketika bangun tidur
Diantara bacaan yang dia rutinkan ketika bagun tidur,
الحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَ إِلَيْهِ النُّشُوْرُ
“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali sesudah Dia mematikan kami, dan hanya kepada-Nya kami akan dibangkitkan.”
Ada beberapa sobat yang menceritakan kebiasaan ini. Diantaranya Hudzaifah bin al-Yaman dan al-Barra bin Azib. Kedua sobat ini menceritakan doa yang biasa dibaca Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak tidur dan bangun tidur,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur dia membaca: Alhamdulillah alladzi ahyaanaa…dst. (HR. Bukhari 6312, Muslim 2711, dan yang lainnya).
Ketiga, membaca 10 ayat terakhir surat Ali Imran,
Tepatnya mulai ayat,
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat gejala bagi orang-orang yang berakal.”
Ibnu Abbas menceritakan pengalaman dia ketika menginap di rumah bibinya Maimunah,
فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ ، ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْرَ الآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ
Beliau duduk, kemudian mengusap bekas kantuk yang ada di wajahnya dengan tangannya, kemudian dia membaca 10 ayat terakhir surat Ali Imran. (HR. Ahmad 2201, Bukhari 183, Nasai 1631, dan yang lainnya).
Keempat, gosok gigi
Sahabat Hudzaifah Radhiallahu ‘anhu menceritakan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
Nabi Shollallahu’alaihi wassalam apabila bangun malam, dia membersihkan mulutnya dengan bersiwak. (HR. Bukhari 245 dan Muslim 255)
Ada banyak manfaat ketika orang melaksanakan gosok gigi ketika bangun tidur. Terutama mereka yang hendak shalat. Disamping menyegarkan, gosok gigi menghilangkan wangi verbal sehingga tidak mengganggu Malaikat yang turut hadir ketika dia shalat malam.
Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu menceritakan, “Kami diperintahkan (oleh Rasulullah) untuk bersiwak, kemudian dia bersabda,
إن العبد إذا قام يصلي أتاه الملك فقام خلفه يستمع القرآن ويدنو فلا يزال يستمع ويدنو حتى يضع فاه على فيه فلا يقرأ آية إلا كانت في جوف الملك
”Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat hingga dia meletakkan mulutnya pada verbal hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. Baihaqi dalam Sunan al-Kubro 1/38 dan dishahihkan al-Albani dalam as-Shahihah).
Kelima, membersihkan hidung
Memasukkan air ke dalam hidung dengan cara disedot dalam bahasa arab disebut istinsyaq dan mengeluarkannya disebut istintsar.
Setelah bangun tidur, kita dianjurkan melaksanakan semacam ini 3 kali, untuk membersihakn rongga hidung. Karena ketika insan tidur, setan menginap di lubang hidungnya. Dari mana kita tahu? Tentu saja isu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيَاشِيمِهِ
“Apabila kalian bangun tidur maka bersihkan bab dalam hidung tiga kali alasannya yaitu setan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari 3295 dan Muslim 238)
Keenam, mencuci kedua tangan 3 kali
Dari Abu Hurairoh Radhiallahu anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam berpesan,
إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ، فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ
Apabila kalian bangun tidur maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke dalam wadah, sebelum dia mencucinya 3 kali, alasannya yaitu dia tidak mengetahui dimana tangannya semalam berada.” (HR. Bukhari dan Muslim 278).
Itulah budpekerti yang dianjurkan oleh Rasulullah kepada kita ketika terbangun dari tidur. Kita sanggup menggandakan perbuatan baik itu dalam rangka pendekatan diri pada Allah SWT. Semakin kita mengingat Allah, semakin bersahabat pula Allah pada kita. Dengan begitu, segala permasalahan kehidupan, tidak akan terasa berat bagi diri kita.
Sumber : konsultasisyariah.com

0 Komentar untuk "Gadget Sebelum Tidur Dan Sesudah Tidur"