Jangan Mau Ditipu Dunia

Saat insan hidup di dunia ini, banyak yang melaksanakan pekerjaan tanpa mengingat kewajiban yang ditanggungnya. Hanya untuk memenuhi harapan yang semu dan sementara, insan hingga meninggalkan kewajibanya kepada Allah dan melalaikan apa yang diperintahkan kepadanya. Padahal mementingkan kehidupan di dunia ketimbang kehidupan di alam abadi bisa berakibat buruk, baik di dunia maupun di akhirat. Dan jikalau seseorang telah lalai dalam kewajibanya terhadap Allah, maka ia termasuk golongan yang telah ditipu oleh dunia


Orang yang ditipu dunia yaitu satu gara-gara dunia ia lalai dari berdzikir kepada Allah. dua gara-gara perniagaan jual beli ia lalai mendirikan shalat. dan kita tahu arti mendirikan bukan hanya sekedar mengerjakan. yang ketiga gara-gara sibuk dengan dunia harta kemilaunya pelengkap maka ia tidak mau membayar zakat. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam surat an-nur ayat 37

رِجالٌ لا تُلْهيهِمْ تِجارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَ إِقامِ الصَّلاةِ وَ إيتاءِ الزَّكاةِ يَخافُونَ يَوْماً تَتَقَلَّبُ فيهِ الْقُلُوبُ وَ الْأَبْص

"Yaitu orang pria yang tidak sanggup dilalaikan oleh perniagaan dan jual-beli lantaran mengingat Allah dan mendirikan sembah­yang dan mengeluarkan zakat. Dan mereka takut akan hari yang gedebak-gedebur padanya se­gala hati dan segala pandangan."

Orang-orang yang perniagaan dan jual-beli mereka tidak melalaikan mereka dari berdzikir kepada Allah mendirikan shalat membayar zakat Mereka takut suatu hari yang hari tersebut hati-hati dan penglihatan akan berbuat balik saking gentingnya dan dahsyatnya hari kiamat. 

Bagaimana cara semoga tidak ditipu dunia? Cara semoga tidak ditipu dunia yaitu ingat selalu apa yang ada di sisi Allah lebih besar daripada dunia yang kita kejar, dunia yang kita cari-cari, dunia yang adakala kita menghalalkan segala cara untuk mendapat menipu, mencuri, berjudi, cara melaksanakan kezaliman, kemudian makan harta riba. Maka kapan orang tertipu dunia, kapan seseorang menghalalkan segala cara untuk menggaris dunia, maka obatnya yaitu ingat bahwa yang di sisi Allah lebih besar, yang di sisi Allah nikmat pahala kenikmatan apa saja yang ada di nirwana lebih besar daripada hanya dunia. apa Dalil yang mengatakan akan hal ini dihatsu Al Anfal ayat 28 Allah berfirman 

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar."

Ketahuilah bekerjsama harta dan belum dewasa kalian yaitu ujian. Kapan kita teruji dengan harta kesudahannya melalaikan shalat, tidak berdzikir, tidak bayar zakat, lupa akhirat. Maka ketahuilah di sisi Allah ganjaran yang besar, dan Allah ulangi ayat ini di dalam beberapa surat yang lain dalam surat Taubah ayat 22

خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚإِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

"Mereka infinit di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar."

begitu juga dalam surat Taghabun ayat 15 Allah subhanahu wa ta'ala berfirman

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚوَالَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar"

Isteri dan anak kadang menjadi lantaran yang melalaikan seseorang dari mengingat Allah, dan kadang menjadi pendorong ke arah meninggalkan tanggung jawab keimanan. Manusia melaksanakan tersebut lantaran biasanya menghindari kesusahan yang mungkin menimpa anak dan isterinya.

Seorang mukmin mungkin bisa menanggung kesusahan dirinya sendiri tetapi ia tidak sanggup melihat anak isterinya menanggung kesusahan. Inilah yang menyebabkannya menjadi bakhil dan pengecut supaya belum dewasa dan isterinya kondusif dan tenang, supaya mereka hidup bahagia dan cukup dengan harta benda. Anak dan istri menjadi musuhnya lantaran merekalah yang menjadi kerikil penghalang, yang menahannya dari kebaikan dan dari merealisasikan kewujudan insaniyahnya yang tinggi. Mereka juga mungkin menghalanginya dalam menunaikan suatu kewajiban dakwah, lantaran menghindari kesulitan yang akan menimpa anak dan istrinya, atau karana mereka tidak sejalan dengannya, sedangkan ia tidak berdaya untuk berpisah dan membulatkan tekadanya kepada Allah.

Untuk itu, jangan hingga seorang mukmin hingga lalai dan meninggalkan kewajibanya menyerupai sholat dan zakat. Karena kehidupan didunia ini hanyalah sementara, sedangkan kehidupan di alam abadi yaitu kehiduan yang kekal.



Sekian artikel perihal ditipu dunia, semoga bermanfaat dan bisa menjadi pengingat kita terhadap kewajiban kepada Allah.


Tag : Islami, Other
0 Komentar untuk "Jangan Mau Ditipu Dunia"

Back To Top